Festival Sastra Tutur Adi-adi

Adi-Adi merupakan kesenian yang sangat digemari oleh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, kesenian ini hanya memerlukan alat musik berupa satu buah gitar dan satu orang untuk ribang (bernyanyi). Petikan suara gitar pada saat Adi-adi memiliki cirri khas klasik bahkan yang memetik gitar ini pun tidak biasa dilakukan oleh orang yang sembarangan ketika beradi-adi.
Setiap bait lagu yang dimainkan dalam adi adi pun kebanyakan menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seperti halnya tentang kemalangan nasib seseorang atau tentang kehidupan sehari-hari lainya. Biasanya yang memetik gitar dilakukan oleh seorang laki-laki kemudian yang ribang seorang perempuan, hingga tak jarang masyarakat khususnya dizaman dahulu yang mendengarkan lantunan ribang adi adi dan petikan gitar meneteskan air mata.
Untuk saat ini kesenian adi adi sudah hampir redup lantaran tergilas oleh majunya teknologi, pemuda dan pemudi dapat dihitung jari yang ingin belajar adi adi terutama cara memetik gitar lagu adi adi. Biasanya kesenian ini hanya muncul pada saat ada Festival atau pada saat menghibur tamu tamu besar seperti bupati, gubernur dan pejabat pemerintah lainnya yang berkunjung didaerah.
Menurut cerita masyarakat yang paham betul dengan kesenian ini pada zaman dahulu atau pada tahun 70-80 adi adi merupakan hiburan yang sangat digemari bahkan hamper secara keseluruhan pemuda dan pemudi dapat memetik gitar sembari melantunkan ribang adi-adi. Zaman memang sudah berubah namun kesenian seperti adi adi harus tetap dijaga, karena jika tidak adalagi pemuda dan pemudi yang terhibur dengan kesenian seperti ini dapat dikatakan kedepan kesenian semacam adi-adi akan musnah ditelan masa.

Pada event Festival Danau Ranau Indosiana Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan akan menyajikan Gitar Tunggal sembari Melantunkan Lagu Adi-Adi Mastro-mastro yang ada di Sumatera Selatan. Disamping itu sastra tutur Adi-adi hampir di miliki oleh Kebudayaan yang ada di Indonesia, hanya penyampaian Syair mengunakan Bahasa Daerah Masing-masing. Pada kesempatan yang sama Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan akan menampilkan seluruh Mastro yang ada di Sumatera Selatan salah satunya mastro Sahilin penembang lagu Buruk Tergantung dan rencananya akan diusulkan/memecahkan Rekor Muri.

  1. Festival Sastra Tutur Tahdut

Tahdut merupakan sastra tutur dalam bahasa daerah yang berirama (Prosa, Liris) pada acara tertentu berisikan kisah-kisah kepahlawanan dan nasehat-nasehat. Bila disampaikan oleh ahlinya biasanya meriah dan mengundang tawa penonton. Fungsi Kesenian Tahdut dahulunya untuk menyebarkan Agama Islam Etnis/Suku Semende/Basemah yang berisikan pesan moral, nilai-nilai Religius (Wasiat, Nasehat agar orang selalu ingat kepada Allah, ingat mati dan taat menjalankan perintah agama dan meninggalkan larangnya). Adapun cara dan langkah-langkah betahdut atau menyampaikan tahdut oleh Guru/Kiaji, lalu di ikuti oleh peserta setelah itu para kelompok mengikuti atau menirukan apa yang dicontohkan oleh guru bertahdut secara bersama-sama.

Pelaksanaan pendidikan dilingkungan masyarakat Kabupaten Ogan komering Ulu Selatan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang polanya merujuk pada perubahan global. Demikian pula perubahan dibidang seni tradisi khususnya kesenian tadut pada masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan saat ini sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Belajar dari hal tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Ogan komering Ulu Selatan akan mengangkat/mengali kembali Sastra Tutur Tahdut dan memperkenalkan kembali kepada Generasi Muda.

  1. Festival Sastra Tutur Wayak/Muayak

Istilah Muayak dikenal dilingkungan masyarakat suku ranau, muaya adalah kata yang berasal dari kata Waya yang berarti senang atau gembira. Muayak merupakan pantun atau sejenis puisi. Muayak merupakan jenis sastra lisan yang dahulu hanya dapat dibawakan pada saat tertentu saja dengan suara lepas tanpa musik pengiring. Namun saat ini muayak merupakan jenis sastra lisan yang dapat dijadikan pertunjukan yang baik bahkan dapat dibawakan dalam bentuk dialog.